SSB GAMA JOGJA


SSB GAMA KU-12 TH. MAJU KE BABAK 8 BESAR
February 11, 2008, 9:01 am
Filed under: Uncategorized

Pada pertandingan terakhir yang dimainkan hari Minggu, 10 Februari 2008 pkl. 08.00 WIB. SSB GAMA KU-12 berhasil mengatasi SSB PSK dari Kalasan dengan skor 2-0. Pada babak pertama SSB GAMA unggul 1-0 lewat kerjasama yang apik antara Irfan, Iksan dan Nugroho. Gol berawal dari operan Irfan kedaerah pertahanan SSB PSK kepada Iksan dan dengan sentuhan sekali bola disodorkan kepada Nugroho yang langsung disambar dengan tembakan keras ke gawang, gol. Pada babak kedua masih dengan semangat yang tinggi anak-anak SSB GAMA menggempur pertahanan SSB PSK dan berhasil menambah satu gol lagi lewat bidikan Iksan. Setelah unggul 2-0 SSB GAMA mengganti pemain-pemain pilarnya dengan pemain lainnya. Sampai babak kedua berakhir kedudukan tetap bertahan 2-0. Dengan kemenangan tersebut SSB GAMA maju kebabak 8 besar dan akan bertanding melawan Runer Up group D yang akan dimainkan besok pada hari Kamis, 14 Februari 2008 pukul 14.30 WIB.



SSB GAMA BUKA PELUANG 8 BESAR DI GELORA CUP
February 11, 2008, 8:51 am
Filed under: Uncategorized

SSB GAMA KU-12 pada pertandingan ke tiga hari Sabtu, 9 Februari 2008 berhasil mengalahkan SSB TEMPEL dengan angka 3-1.  Dalam pertandingan tersebut SSB GAMA berhasil unggul terlebih dahulu 1-0 pada menit pertama, persisnya di detik 40 lewat aksi individu yang menawan dari Iksan yang berhasil menggiring bola sendirian dengan melewati 5 pamain sekaligus. Namun pada menit ke 14 SSB TEMPEL berhasil menyamakan kedudukan 1-1 melalui titik pinalti karena salah satu pemain depannya dilanggar dengan keras oleh penjaga gawang SSB GAMA Okky di titik pinalti. Hingga babak pertama pertandinga berakhir kedudukan tidak berubah 1-1.  Pada babak kedua SSB GAMA merubah pola dan strategi permainannya dengan satu dua kali sentuhan bola di tambah dengan kecepatan sehingga berhasil menambah 2 gol lagi melalui kaki Iksan dan Boy. Dengan hasil tersebut SSB GAMA berada di posisi runer up dibawah SSB BATURETNO dari Bantul.  SSB GAMA akan memainkan lagi pada laga terkahir melawan SSB PSK KALASAN yang akan dimainkan pada hari Minggu, 10 Februari 2008 pukul 08.00 WIB. Apabila pada laga terakhir minimal bermain seri, maka SSB GAMA akan mendampingi SSB BATURETNO maju ke babak perempat final.  Semoga Berhasil.



SEPAK BOLA BERMORAL DAN BERETIKA
February 8, 2008, 9:22 am
Filed under: Uncategorized
SEPAKBOLA MENANG-MENANG
By Pitoyo Amrih
Friday, 17-November-2006, 20:10:35 236 clicks

 
Luar biasa! Bagaimana dalam satu bulan selama bulan Juni 2006, seakan sebagian besar manusia tersihir untuk memalingkan segala urusannya, sejenak berkonsentrasi pada perhelatan piala dunia sepakbola. Dari masyarakat kelas bawah, dapat dilihat disekitar kita, ketika siaran langsung sepak bola itu ditayangkan, dihampir setiap sudut-sudut jalan bertengger sebuah televisi dengan kerumunan banyak orang berteriak-teriak dalam obsesinya masing-masing. Sampai kelas atas di bar-bar, café-café dan juga kelompok-kelompok pribadi yang menggelar nonton bareng pertandingan sepak bola. Dead-line pekerjaan, target penjualan, sasaran bulanan, setoran, seakan menjadi nomor dua.

 
Click to view another photos…
 
Tapi ada yang lebih luar biasa menurut saya! Yaitu pelajaran yang seharusnya dapat kita petik dari tontonan sepak bola klas dunia tersebut. Kita boleh menganggap bahwa sebuah pertandingan olah raga adalah ?sekedar? pertandingan olah raga, tidak lebih! Tapi sebuah pertandingan olah raga yang menjunjung tinggi fair-play, dan semua orang yang terlibat di dalam pertandingan tersebut menaruh hormat dan menghargai aturan yang ditegakkan, adalah sebuah model akan perilaku menang-menang.

Lho! Salah satu harus kalah kok menang-menang?

Coba mari kita renungi pelajaran apa yang selama ini kita lihat dalam contoh sepakbola klas dunia ini. Suatu saat pertandingan sedang berjalan, setiap pemain pastilah terpacu detak jantungnya, berkeringat, adrenalin pun memuncak. Sebuah kondisi yang mirip dengan situasi dimana bila terjadi salah paham sedikit saja bisa seketika tersulut emosi seseorang. Salah seorang pemain menggiring bola sambil berlari begitu kencangnya ke jantung pertahanan lawan, dan hup! Dia harus jatuh berguling-guling karena kakinya terganjal salah seorang pemain belakang lawan. Tampak di televisi, seketika itu dia bangun, sang pengganjal pun menghampiri, tapi apa yang terjadi? Mereka berjabat tangan, saling tersenyum, terkadang juga saling memegangkan tangannya ke kepala, dan berlalu melanjutkan pertandingan. Betapa indahnya!

Di lain momen, di tengah pertandingan sedang berlangsung tiba-tiba tampak di tengah lapangan seorang pemain dari kesebelasan negara A, tergeletak berguling-guling kesakitan. Sementara saat itu bola sedang dikuasai salah seorang pemain lawan, sebut dari kesebelasan negara B. Melihat salah seorang dari pemain musuhnya tergeletak tak berdaya, kesebelasan B tidak serta merta mengambil kesempatan, tapi mereka justru menendang bola keluar lapangan agar pertandingan jeda sejenak memberi pertolongan pemain kesebelasan A, musuhnya. Lagi-lagi betapa indahnya!

Tapi tunggu! Tidak sampai di situ saja. Ketika kemudian pertandingan dilanjutkan, karena bola keluar lapangan oleh pemain kesebelasan negara negara B, praktis pelempar bola dari luar lapangan adalah pemain dari kesebelasan negara A. Tapi apa yang dilakukan pemain negara A? Dengan sengaja dia melemparkan begitu saja kepada salah satu pemain B. Walaupun si pemain A secara aturan boleh-boleh saja mempertahankan bola di pihaknya, tapi dia tidak lakukan. Yang dia lakukan justru memberikan begitu saja bola, karena memang si pemain A merasa bahwa seharusnya B-lah yang lebih berhak menguasai bola saat itu. Sepanjang saya tahu tidak ada peraturan tertulis yang mengharuskan itu terjadi, tapi mengapa mereka para pemain lakukan itu?

Bisa dibayangkan, bila saja saat pemain A tergeletak, pemain B tetap melanjutkan permainan tanpa peduli, hukum alam yang terjadi. Semua kesebelasan akan mempredikati para pemain kesebelasan negara B sebagai kesebelasan yang selalu mengambil kesempatan yang tidak fair secara etika.

Demikian juga sebaliknya, ketika bola kemudian ada ditangan A, kemudian dia manfaatkan sendiri tidak diberikan kembali kepada B, mungkin secara aturan tidak apa-apa, wasit pun akan membiarkannya, tapi hukum alam yang terjadi. Semua kesebelasan akan membiarkan bila saja ada pemain A yang tergeletak kesakitan!

Ada lagi yang menarik. Suatu ketika pertandingan sejenak terhenti karena salah satu pemain harus digotong keluar lapangan. Para pemain pun memanfaatkan jeda itu untuk sejenak ke tepi lapangan mengambil botol minum yang dibagikan tim nya masing-masing.

Tampak di televisi adalah close-up dua orang pemain. Satu dari sebuah kesebelasan suatu negara, sedang yang satunya adalah pemain kesebelasan musuhnya. Mereka dengan santainya bercakap di tepi lapangan sambil tersenyum dan tertawa sambil berbagi botol minuman yang hanya satu. Sebuah contoh kearifan bahwa di dalam lapangan mereka boleh saja lawan yang harus saling bertanding, tapi sepertinya mereka masing-masing sadar sepenuhnya bahwa mereka adalah manusia yang harus saling menghargai masing-masing dalam rangka mereka masing-masing melakukan yang terbaik bagi mereka dan bagi apa yang mereka perjuangkan.

Saya pikir tidak berlebihan bila saja saya katakan, bahwa potret miniatur yang terjadi pada pertandingan sepakbola kelas dunia ini adalah sebuah model pembelajaran akan sikap menang-menang. Semua syarat akan menang-menang seakan terpenuhi dalam sikap mereka bertanding satu sama lain.

Walaupun dua kesebelasan itu adalah lawan yang saling berhadapan, apa yang mereka pertontonkan adalah sebuah kerjasama. Kerajasama untuk saling menjaga sportifitas pertandingan, kerjasama untuk menyuguhkan sebuah tontonan yang menarik bagi para pemirsa pertandingan. Kerjasama untuk masing-masing saling menghargai lawannya yang juga sama-sama berjuang bagi negaranya. Kerjasama membentuk sinergi adalah syarat menang-menang.

Kedua kesebelasan yang saling berhadapan. Dari sikap mereka selama bertanding, adalah cermin akan sikap salingketergantungan (interdependency). Mereka semua sadar, untuk diakui, untuk menang, untuk mendapat apresiasi, mereka harus memiliki rasa tergantung akan lawannya. Karena tanpa keberadaan lawan main, mereka sadar tidak mungkin diakui kemenangannya, tidak mungkin mendapat sorakan pujian, tidak mungkin beberapa pemain kemudian mendapat kontrak dengan bayaran tinggi. Saling ketergantungan adalah modal dasar pilihan sikap menang-menang.

Apa yang kita tonton di televisi adalah sebuah contoh pembelajaran akan integritas. Para pemain terlihat selalu menjaga kualitas permainannya. Selalu menghormati apa pun keputusan wasit baginya. Bola boleh saja bundar, menang atau kalah dalam pertandingan bisa saja terjadi, tapi lihatlah para pemain yang terlibat. Mereka selalu menjaga konsistensi sikap integritas mereka untuk selalu menjunjung tinggi sportifitas. Integritas adalah salah satu pondasi akan sikap menang-menang

Dalam kondisi detak jantung cepat dan adrenalin terpacu kencang, kemudian terjungkal jatuh, sepersekian detik mungkin sempat emosi meledak. Tapi sepersekian detik kemudian jabat tangan terjadi. Sebuah tanda akan kata maaf. Sebuah tanda akan kepercayaan bahwa apa yang dilakukan lawannya sekedar dalam rangka upaya merebut bola, bukan untuk sengaja mencederainya. Sebuah sikap kematangan. Lagi-lagi pondasi dari sikap menang-menang.

Mentalitas kelimpahan pun selalu mereka pertontonkan. Memberikan bola begitu saja kepada lawan seperti cerita pemain kesebelasan negara A di atas contohnya. Sebuah mentalitas akan menang-menang.

Saat saya menulis artikel ini pun, tampak di layar televisi, setelah pertandingan antara Jepang melawan Kroasia usai, terlihat kamera menangkap sebuah momen dimana seorang pemain Jepang yang sepertinya mengalami kram di kaki, sedang di urut oleh seorang pemain Kroasia. Sorot kamera lain mengabadikan beberapa pemain Jepang dan beberapa pemain Kroasia, berdiri bersama di tepi lapangan menghadap penonton, bertepuk tangan bersama menyambut tepuk tangan riuh rendah penonton.

Model akan menang-menang itu dipertontonkan kepada kita untuk menjadikan pembelajaran bagi kita. Sebagian besar kita pun sangat menyukai tontonan itu. Akankah kita belajar melakukan semua contoh sikap itu pada kehidupan keseharian kita? Saya bisa mengerti bahwa hidup mungkin tidak sesederhana permainan sepak bola. Tapi lihatlah bangsa kita, sepakbola yang mungkin sederhana saja tidak bisa bersikap menang-menang, bagaimana sikap itu akan menjadi kebiasaan pada kehidupan kita? Lebih-lebih di lingkup keluarga dan orang-orang sekitar kita.



TENTANG SEPAK BOLA
February 8, 2008, 9:03 am
Filed under: Uncategorized

Sepak bola

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Sepak bola adalah salah satu olahraga yang sangat populer di dunia. Dalam pertandingan, olahraga ini dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang masing-masing berjuang untuk memasukkan bola ke gawang kelompok lawan. Masing-masing kelompok beranggotakan sebelas pemain, dan karenanya kelompok tersebut juga dinamakan kesebelasan.

*        

Peraturan sepak bola

Peraturan resmi permainan sepak bola (Laws of the Game)

Peraturan resmi sepak bola adalah:*       Peraturan 2: Bola Sepak bola *       Peraturan 3: Jumlah Pemain *       Peraturan 4: Peralatan Pemain *       Peraturan 5: Wasit *       Peraturan 6: Asisten wasit *       Peraturan 7: Lama Permainan *       Peraturan 8: Memulai dan Memulai Kembali Permainan *       Peraturan 9: Bola Keluar dan di Dalam Lapangan *       Peraturan 10: Cara Mendapatkan Angka *       Peraturan 11: Offside *       Peraturan 12: Pelanggaran *       Peraturan 13: Tendangan Bebas *       Peraturan 14: Tendangan penalti *       Peraturan 15: Lemparan Dalam *       Peraturan 16: Tendangan Gawang *       Peraturan 17: Tendangan Sudut Selain peraturan-peraturan di atas, keputusan-keputusan Badan Asosiasi Sepak bola Internasional (IFAB) lainnya turut menambah peraturan dalam sepak bola. Peraturan-peraturan lengkapnya dapat ditemukan di situs web FIFA.

Tujuan permainan

Seorang penjaga gawang mencoba mencegah bola masuk ke gawang.Dua tim yang masing-masing terdiri dari 11 orang bertarung untuk memasukkan sebuah bola bundar ke gawang lawan (“mencetak gol”). Tim yang mencetak lebih banyak gol adalah sang pemenang (biasanya dalam jangka waktu 90 menit, tetapi ada cara lainnya untuk menentukan pemenang jika hasilnya seri). Peraturan terpenting dalam mencapai tujuan ini adalah para pemain (kecuali penjaga gawang) tidak boleh menyentuh bola dengan tangan mereka selama masih dalam permainan.

Taktik Permainan

Taktik yang biasa dipakai oleh klub-klub sepak bola adalah sebagai berikut:

  1. 4-4-2
  2. 4-3-2-1
  3. 4-5-1
  4. 3-4-3
  5. 3-5-2
  6. 4-3-3

taktik yang dipakai oleh sebuah tim selalu berubah tergantung dari kondisi yang terjadi selama permainan berlangsung. Pada intinya ada tiga taktik yang digunakan yaitu; Bertahan, Menyerang dan Normal.

Ofisial

Sebuah pertandingan diperintah oleh seorang wasit yang mempunyai “wewenang penuh untuk menjalankan pertandingan sesuai Peraturan Permainan dalam suatu pertandingan yang telah diutuskan kepadanya” (Peraturan 5), dan keputusan-keputusan pertandingan yang dikeluarkannya dianggap sudah final. Sang wasit dibantu oleh dua orang asisten wasit (dulu dipanggil hakim/penjaga garis). Dalam banyak pertandingan wasit juga dibantu seorang ofisial keempat yang dapat menggantikan seorang ofisial lainnya jika diperlukan.

Tim

Setiap tim maksimal memiliki sebelas pemain, salah satunya haruslah penjaga gawang. Kadang-kadang ada peraturan kejuaraan yang mengharuskan jumlah minimum pemain dalam sebuah tim (biasanya delapan).Sang penjaga gawang diperbolehkan untuk mengambil bola dengan tangan atau lengannya di dalam kotak penalti di depan gawangnya.Pemain lainnya dalam kedua tim dilarang untuk memegang bola dengan tangan atau lengan mereka ketika bola masih dalam permainan, namun boleh menggunakan bagian tubuh lainnya. Pengecualian terhadap peraturan ini berlaku ketika bola ditendang keluar melewati garis dan lemparan dalam dilakukan untuk mengembalikan bola ke dalam permainan.Sejumlah pemain (jumlahnya berbeda tergantung liga dan negara) dapat digantikan oleh pemain cadangan pada masa permainan. Alasan umum digantikannya seorang pemain termasuk cedera, keletihan, kekurangefektifan, perubahan taktik, atau untuk membuang sedikit waktu pada akhir sebuah pertandingan. Dalam pertandingan standar, pemain yang telah diganti tidak boleh kembali bermain dalam pertandingan tersebut.

Lapangan permainan

Ukuran lapangan standarLapangan yang digunakan biasanya adalah lapangan rumput yang berbentuk persegi empat. Dengan panjang 91.4 meter dan lebar 54.8 meter. Pada kedua sisi pendek, terdapat gawang sebesar 24 x 8 kaki, atau 7,32 x 2,44 meter.

Lama permainan

Lama permainan sepak bola normal adalah 2×45 menit, ditambah istirahat selama 15 menit (kadang-kadang 10 menit). Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan perpanjangan waktu selama 2×15 menit, hingga didapat pemenang, namun jika sama kuat maka diadakan adu penalti.

Lama permainan standar

Sebuah pertandingan dewasa yang standar terdiri dari dua babak yang masing-masing sepanjang 45 menit. Umumnya terdapat masa istirahat 15 menit di antara kedua babak tersebut.

Perpanjangan waktu dan adu penalti

Kebanyakan pertandingan biasanya berakhir setelah kedua babak tersebut, dengan sebuah tim memenangkan pertandingan atau berakhir seri. Meskipun begitu, beberapa pertandingan, terutamanya yang memerlukan pemenang mengadakan babak tambahan yang disebut perpanjangan waktu kala pertandingan berakhir imbang: dua babak yang masing-masing sepanjang 15 menit dimainkan. Hingga belum lama ini, IFAB telah mencoba menggunakan beberapa bentuk dari sistem ‘sudden death’, namun mereka kini telah tidak digunakan.Jika hasilnya masih imbang setelah perpanjangan waktu, beberapa kejuaraan mempergunakan adu penalti untuk menentukan sang pemenang. Ada juga kejuaraan lainnya yang mengharuskan pertandingan tersebut untuk diulangi.Perlu diperhatikan bahwa gol yang dicetak sewaktu babak perpanjangan waktu ikut dihitung ke dalam hasil akhir, berbeda dari gol yang dihasilkan dari titik penalti yang hanya digunakan untuk menentukan pemenang pertandingan.

Wasit sebagai pengukur waktu resmi

Wasit yang memimpin pertandingan 1orang dan di bantu 2 orang sebagai hakim garis. kemudian dibantu official wasit yang membantu apabila terjadi pergantian pemainPada akhir 1990-an, IFAB mencoba membuat pertandingan lebih mungkin berakhir tanpa memerlukan adu penalti, yang sering dianggap sebagai cara yang kurang tepat untuk mengakhiri pertandingan.Contohnya adalah sistem gol perak yang mengakhiri pertandingan jika sebuah gol dicetak pada perpanjangan waktu pertama, dan gol emas yang mengakhiri pertandingan jika sebuah gol dicetak pada perpanjangan waktu kedua.Kedua sistem ini telah dihentikan oleh IFAB.

Kejuaraan internasional besar

Kejuaraan internasional terbesar di sepak bola ialah Piala Dunia yang diselenggarakan oleh Fédération Internationale de Football Association. Piala Dunia diadakan setiap empat tahun sekali. Lebih dari 190 timnas bertanding di turnamen kualifikasi regional untuk sebuah tempat di babak final. Turnamen babak final yang berlangsung selama empat minggu kini melibatkan 32 timnas (naik dari 24 pada tahun 1998).Kejuaraan internasional yang besar di setiap benua adalah:*      Eropa: Piala Eropa atau dikenal dengan nama Euro *      Amerika Selatan: Copa América *      Afrika: Piala Afrika *      Asia: Piala Asia *      Amerika Utara: Piala Emas CONCACAF *      Oseania: Piala Oseania Ajang tingkat klub terbesar di Eropa adalah Liga Champions, sementara di Amerika Selatan adalah Copa Libertadores. Di Asia, Liga Champions Asia adalah turnamen tingkat klub terbesar.Sepak bola sudah dimainkan di Olimpiade sejak tahun 1900. (kecuali pada Olimpiade tahun 1932 di Los Angeles). Awalnya ini hanya untuk pemain-pemain amatir saja, namun sejak Olimpiade Los Angeles 1984 pemain profesional juga mulai ikut bermain, disertai peraturan yang mencegah negara-negara daripada memainkan tim terkuat mereka. Pada saat ini, turnamen Olimpiade untuk pria merupakan turnamen U-23 yang boleh ditamnbahi beberapa pemain di atas umur. Akibatnya, turnamen ini tidak mempunyai kepentingan internasional dan prestise yang sama dengan Piala Dunia, atau bahkan dengan Euro, Copa America atau Piala Afrika.Sebaliknya, turnamen Olimpiade untuk wanita membawa prestise yang hampir sama seperti Piala Dunia Wanita FIFA; turnamen tersebut dimainkan oleh tim-tim internasional yang lengkap tanpa batasan umur.

Pemain-pemain sepak bola terkenal

*      Pele *      Dino Zoff *      Johan Cryff *      David Beckham *      Ronaldo *      Diego Maradona *      Zinedine Zidane *      Franz Beckenbauer *      Paolo Maldini



SSB GAMA MENANG ATAS SSB PUSPOR DI GELORA CUP
February 5, 2008, 9:29 am
Filed under: Uncategorized

SSB GAMA berhasil menang besar 6-0 atas SSB PUSPOR dalam lanjutan Gelora Cup yang berlangsung pada hari Senin, 4 Februari 2008 di Lapangan Gentan Siduharjo Ngaglik Sleman.  Keberhasilan SSB GAMA tersebut disamping unggul dalam ball skill juga didukung semangat juang anak-anak SSB GAMA yang tidak mengenal lelah sepanjang 20 menit x 2. Dilapangan yang diguyur hujan anak-anak SSB PUSPOR dibom bardir oleh anak-anak SSB GAMA yang dimotori Iksan yang juga salah satu anggota team PSSI U-12 serta didukung oleh Jundi, Gilang dan Irfan sebagai pengatur serangan. Praktis dalam permainan tersebut SSB GAMA unggul dalam setiap jengkal lapangan. Tiga gol tercipta dibabak pertama oleh Iksan satu goal serta dua gol oleh Jundi, sedang tiga gol babak kedua diciptakan oleh Iksan dua gol dan ditutup satu gol oleh Boy. Dengan hasil kemenangan itu SSB GAMA masih berpeluang untuk maju ke babak semi fina bila dalam dua pertandingan berikutnya dapat mengungguli lawan-lawanya. Jadwal berikutnya SSB GAMA akan bertanding besok hari Sabtu, 9 Februari 2008  pukul 14.30 WIB. melawan SSB Tempel dan pada hari Minggu, 10 Februari 2008 pukul 08.00 WIB melawan SSB PSK.

dcp_6162.jpg

 



TENTANG SSB GAMA YOGYAKARTA
February 4, 2008, 2:45 pm
Filed under: Uncategorized

Sepak bola adalah sebuah olah raga paling populer hampir seantero dunia, tidak ketinggalan Indonesia. Selain itu sepak bola adalah satu-satunya jenis olah raga yang bisa dibilang komplit, mengapa ? karena dalam sepak bola terdapat berbagai macam unsur meliputi fisik maupun non fisik.    Fisik  diantaranya dalam sepak bola seorang pemain (atlit) dituntut untuk mempunyai stamina, karena dengan stamina yang bagus seorang pemain sepak bola dapat berlari terus-menerus selama 2 x 45 menit bahkan bisa lebih. Non fisik, didalam sepak bola terdapat taktik maupun strategi yang harus diterapkan dalam sebuah pertandingan, dimana untuk meramu sebuah taktik yang jitu dibutuhkan tingkat intelegensi yang tinggi, selain itu dalam sebuah  pertandingan sepak bola psikologi baik pemain maupun penonton ikut terlarut didalamnya . Terbuktii ketika sebuah tim/kesebelasan mengalami kekalahan ataupun kemenangan. Sebuah wacana yang sedikit mencoba untuk memaparkan apa itu sepak bola. Sepak bola di Indonesia begitu majemuk dapat ditemukan hampir setiap pelosok desa maupun di kota  dari berbagai kalangan tidak terlupa anak-anak. Berdasar kecintaan seorang dokter anak terhadap olah raga ini, maka lahirlah sebuah wadah yang dapat menampung hobi mantan pemain sepak bola GADJAH MADA Yogyakarta yang juga sekaligus mantan pemain-pemain PSIM Yogyakarta dengan nama Sekolah Sepak Bola GADJAH MADA Yogyakarta (SSB GAMA Jogja). Namun sebagaimana umumnya sebuah organisasi apabila tidak ditunjang dengan dana operasional yang kurang memadai dapat dipastikan akan mengalami kesulitan bahkan kolap.

I.    SEJARAH

 Seperti yang sudah dijelaskan pada latar belakang. Atas dasar kecintaan seorang dokter anak yang gila sepak bola maka lahirlah Sekolah Sepak Bola GADJAH MADA Yogyakarta (SSB GAMA Jogja), sebenarnya jauh hari sebelum menjamurnya Sekolah Sepak Bola, Perkumpulan Sepak Bola Anak-anak/Remaja sudah ada namun belum diakui  keberadaannya sesuai tata struktural IKA (Ikata Sekolah Sepak Bola Yogyakarta). Untuk itu seorang dokter anak yang gila bola selaku penerus tongkat estafet ayahandanya (Prof. dr. Imangoen yang juga penggila bola) mencoba melaksanakan amanat dan animo masyarakat di Yogyakarta.

II.   VISI DAN MISI

Adapun visi dan misi Sekolah Sepak Bola Gadjah Mada Yogyakarta  adalah sebagai berikut :

•    Visi SSB GAMA Jogja Sebagai wadah penampung hobi anak-anak di Yogyakarta dalam berolah raga khususnya sepak bola .

•    Misi Sekolah Sepak Bola Gadjah Mada Yogyakarta (SSB GAMA)

1.    Sebagai sebuah Sepak bola yang dapat mempersatukan anak-anak dari beberapa Suku, agama yang ada di Yogyakarta.

2.    Sebagai media bagi mantan pemain PS. GAMA atau mantan pemain PSIM   Yogyakarta  untuk mengajak anak-anak di Yogyakarta bermain bola yang baik  dan benar.

3.    Sebagai bentuk nyata bahwa mantan pemain PS. GAMA atau mantan Pemain   PSIM itu ada .

III. BENTUK-BENTUK KEGIATAN   

Adapun bentuk-bentuk kegiatan Sekolah Sepak Bola Gadjah Mada Yogyakarta (SSB GAMA), setiap hari Minggu dan Kamis melakukan latihan di Stadion Kridosono diselingi pertandingan-pertandingan yang bersifat persahabatan dengan tim/SSB lain, adapun waktunya dimulai sekitar pukul 14/30 WIB s/d. pukul 17.30 WIB. Juga mengikuti beberapa turnamen  antar SSB baik di Daerah Istimewa Yogyakarta mapun di luar DIY.

IV. KEPENGURUSAN

Adapun susunan kepengurusan Sekolah Sepak Bola Gadjah Mada Yogyakarta (SSB GAMA Jogja) adalah sebagai berikut :

Pembina                           : dr. Hadianto Ismangoen

Ketua I                             : Rio, S.kes.

Wakil Ketua                      : Purwanto

Wakil Ketua                      : Christ. Setiawan

Sekretaris                          : H. Samto

Bendahara                         : Ibu Narigus

Publik Relation                 : Koko Baskoro, SIP.

Koordinator lapangan        : Susiloharso

Seksi Perlengkapan           : Mardjono Ks.

Pelatih                               : Drs. Soedjono

Anggota Pelatih                 :

: Bayu, S.pd.

: Iksan, S.pd

: Tri Waluyo, S.pd.

: Prasetyo, S.pd.

: Astriyanto

Perwasitan                        : Grecio Prenthos

V .  SUMBER DANA

Adapun sumber dana  Sekolah Sepak Bola GADJAH MADA Yogyakarta (SSB GAMA) untuk operasional kami dapatkan dari :

•    Swadaya ( Iuran rutin anggota )

•    Donatur 



TEAM SSB GAMA KU-12 Th. MENDERITA KEKALAHAN PERTAMA
February 4, 2008, 10:49 am
Filed under: Uncategorized

Team SSB GAMA KU-12 tahun mengawali pertandingan pertama dalam rangka HUT ke-6 SSB GELORA pada hari Minggu, 3 Februari 2008 pkl.  09.00 WIB. dengan hasil yang kurang memuaskan. Dalam pertandingan itu SSB GAMA harus mengakui keunggulan team lawan SSB BATURETNO dengan angka 0-2. Dalam group ini  juga bercokol SSB PSK, SSB TEMPEL dan SSB PUSPOR. Sebenarnya jalannya pertandingan sangat seru karena kedua team saling serang, banyak peluang baik dari SSB GAMA maupun SSB BATURETNO terbuang dengan percuma hanya karena penyelesaian yang kurang tenang. Pada babak pertama SSB GAMA lebih banyak mendominasi jalannya pertandingan, hingga ada 10 peluang emas yang tidak bisa dimanfaatkan, sedangkan SSB BATURETNO ada sekitar 5 peluang emas yang juga disia-siakan. Pada babak kedua SSB GAMA kedodoran dalam hal stamina sehinga pertahannya dapat ditembus oleh SSb BATURETNO sebanyak 2 kali. Pelatih SSB GAMA Susilo dengan sportif mengakui bahwa SSB BATURETNO lebih unggul dalam hal stamina, namun dari SKIL individu SSB GAMA kelihatan lebih baik. Menurut rencana pada hari ini (4/2/2008) pukul 15.30 WIB. SSB GAMA akan bermain lagi melawan SSB PUSPOR. Pelatih SSB GAMA dengan rendah hati mengatakan akan berjuang sekuat tenaga agar dapat meraih kemenangan dan dapat mengidupkan peluang untuk maju ke babak berikutnya.




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.